Zona Aman Tanpa Bullying
AE BOOK
- AE Card itu apa sih? “AE” kepanjangan dari Acoso Escolar yang berasal dari bahasa Spanyol yang berarti perundungan yang terjadi di sekolah. Sedangkan “ card ” berasal dari bahasa Inggris yang berarti kartu.
- AE Card ini menjelaskan bentuk-bentuk dari tindakan bullying yang dijabarkan dalam bentuk gambar dan pernyataan kasus berbasis media kartu.
- Kartu ini merupakan kartu permainan yang mampu membantu mengenal dan memahami bentuk-bentuk dari tindakan bullying.
- Kartu ini mudah dan simple banget untuk dibawa dan digunakan dimana saja, oleh siapa saja.
- Selain kartu permainan, AE Card ini juga menjadi kartu pengetahuan.
- Kenapa memahami bullying itu penting? karena bullying dapat meyebabkan trauma dan luka batin pada korbannya. Sehingga, dengan mempelajarinya kita mampu mencegah terjadinya tindakan bullying, menumbuhkan rasa empati dan toleransi, serta menciptakan lingkungan sekitar yang saling menghargai dan menghormati perbedaan.
- Sehingga kartu permainan ini juga menjadi media untuk kampanye anti-bullying yang saat ini marak terjadi dimana-mana.
- Bullying (perundungan) merupakan suatu tindakan agresif yang dilakukan secara sengaja dan berulang kali yang dilakukan oleh individu maupun kelompok yang memiliki ketidakseimbangan dalam kekuasaan, kekuatan, dan jumlah dengan korbannya.
- Bentuk-bentuk bullying:
- Bullying fisik merupakan tindakan perundungan yang melibatkan kontak langsung yang menyebabkan cedera dan luka fisik yang tampak pada korbannya.
- Bullying verbal merupakan tindakan perundungan menggunakan kata-kata untuk menyakiti atau merendahkan yang dampaknya dapat sangat menyakitkan bagi mental korban.
- Bullying relasional merupakan tindakan perundungan dengan motif mengisolasi korban dari lingkungan sosialnya. Perundungan bentuk ini kerap dilakukan secara diam-diam, sehingga menyebabkan korbannya merasa dikucilkan atau diasingkan sekitarnya.
- Cyberbullying merupakan tindakan perundungan yang terjadi di dunia digital melalui penggunaan media sosial, pesan teks, email, atau platform online lainnya. Perundungan bentuk ini, cukup sulit dikendalikan karena sifatnya yang anonim dan begitu luas jangkauannya.
- Dampak dari tindakan bullying:
- Korban mengalami gangguan mental. Seperti trauma, depresi, cemas berlebihan yang membuatnya menarik diri dari sekitar.
- Korban mengalami cedera dan luka fisik dalam jangka waktu pendek maupun panjang. Seperti luka lebam, luka sobek, luka lecet hingga patah tulang.
- Semakin rendahnya rasa kepercayaan diri pada korban, yang menyebabkan korban menutup diri.
- Korban merasa takut dan kesulitan untuk dapat bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya.
- Korban merasakan perasaan yang tidak biasa karena merasa seolah dirinya terisolasi dan tidak mampu memberontak untuk membela dirinya.
- Korban merasa kesulitan dalam mempercayai seseorang karena perasaan takut dan traumanya.
- Korban sangat merasa tertekan, yang mendorong dirinya untuk melakukan tindakan yang dapat membahayakan nyawanya.
- Korban mengalami penurunan prestasi, karena engga untuk datang kesekolah.
- Korban merasa tidak bebas, karena merasa terancam dan terus diawasi,
- Korban memiliki citra yang buruk, karena gosip yang tersebar.
- Upaya pencegahan tindakan bullying:
- Ketika mengalami perselisihan dengan teman, komunikasi merupakan hal terpenting agar masalah cepat terselesaikan.
- Mengedukasi diri agar selalu menanamkan empati dan saling menghargai antar sesama.
- Mengenal dan memahami, bentuk-bentuk dari bullying agar dapat mengetahui tanda-tanda apabila terjadi tindakan bullying.
- Menerapkan kebijakan anti bullying, agar menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif.
- Tergabung dalam menyuarakan kampanye program anti bullying disekolah.
- Ketika melihat tindakan bullying, siswa dapat mencoba untuk menghentikannya dengan mengalihkan perhatian pelaku dan mengajak korban menjauh.
- Siswa dapat membantu teman yang menjadi korban untuk melaporkan tindakan bullying yang dialaminya kepada guru.
- Menjauhi kelompok yang suka terindikasi kerap melakukan perundungan.
- Pihak sekolah dapat mengadakan seminar atau edukasi yang rutin agar membantu meningkatkan kesadaran bagi peserta didik tentang jenis-jenis bullying, dampaknya, dan cara mengatasinya.
- Pihak sekolah dapat menciptakan sistem pencegahan berupa pesan terbuka yang bersifat anonim kepada siswa, agar siswa lebih bebas dan leluasa dalam mengadukan tindakan bullying yang dialami atau dilihatnya.
Kalau sudah paham tentang pengertian, bentuk-bentuk, dampak, dan upaya untuk pencegahan tindakan bullying, sekarang bisa dimulai permainan kartunya. Untuk petunjuk permainannya, silahkan dibaca dengan teliti ya. Selamat bermain!!!
- Terdapat 50 kartu, yang terbagi menjadi 3 jenis kartu:
1.
24
kartu bergambar bullying
2.
25 kartu kasus bullying
3. 1 kartu berisi barcode sebagai petunjuk permainan
- Setiap kartunya memiliki clue untuk membedakan bentuk-bentuk dari bullying:
1. Kartu bergambar bullying:
c.
= 6 kartu bullying Relasional
2. Kartu kasus bullying:
- Memukul, menjambak, menendang, merusak barang, mencekik, mendorong, meludahi, menjegal, mencakar, menggigit dan menampar.
- Menghina, mengejek, merendahkan, menyudutkan, memfitnah, mencela, memberi julukan, catcalling, komentar rasis dan menuduh.
c.
= 6 kartu bullying Relasional
- Menggosipkan, mengucilkan, mengancam, mengasingkan, meneror, menyudutkan, mengintimidasi, memanfaatkan, dan cibiran.
- Menggosipkan, mengancam, menyudutkan, menghina, merendahkan, meneror, dan komentar jahat yang dilakukan menggunakan media sosial.
- Petunjuk permainan kartu:
1. Buat 4 poin di 4 lembar kertas yang terdiri dari bentuk-bentuk
bullying:
a.
Bullying fisik
b.
Bullying verbal
c.
Bullying relasional
d.
Cyberbullying
2. Tempel
kertas tersebut di papan tulis menggunakan isolasi atau alat perekat lain.
3. Membagi
peserta didik menjadi beberapa kelompok yang terdiri dari 5-6 anggota, mengikuti
jumlah peserta didik di kelas.
4. Kocok
dan bagilah kartu, disetiap kelompoknya mendapat 10 kartu dengan bentuk bullying
yang berbeda-beda.
5. Mengikuti
panduan dari guru:
a) Jika
guru menyebutkan salah satu bentuk bullying maka peserta didik
akan maju kedepan dengan membawa 1 kartu bergambar atau kartu kasus bullying
yang diminta.
b) Peserta
didik diminta membacakan isi kartu kasus.
c) Peserta
didik diminta untuk mengintrepretasikan kartu bergambar.
d) Peserta
didik akan diminta untuk menjelaskan tindakan dan dampak yang ditimbulkan dari gambar atau kasus yang tertera didalam kartu.
6.
Kartu
yang sudah ditunjukkan dikumpulkan kembali ke meja guru.
7.
Dilakukan
berulang kali.
" Jangan hanya menjadi saksi, namun jadilah pahlawan melawan bullying"










